Jumat, Oktober 15, 2010

0komentar

A2DC: Ada Apa Dengan Cewek! [Part #2]


Hm, ditulisan A2DC Part I kita sudah panjang lebar membahas tentang kecantikan. Dan disana tersisa lagi dua pertanyaan penting yang harus dijawab!

Ikut yuk!

###

Termasuk pertanyaan yang menyibukkan pikiran sebagian sahabat, adalah hadits menyatakan bahwa cewek itu kurang akalnya juga kurang agamanya. Oh-oh, gawat, seakan Islam mendiskreditkan kodrat cewek!

Hohoho, sahabat, jangan salah sangka! Tak ada diskriminasi sama sekali dikalimat tersebut. Perhatikan alur penjelasannya.

"Kurang akal" disini, jika kita mau membuka lembaran tentang ilmu jiwa -psikologi- adalah hal yang benar. Bagaimana bisa?

Ya, seperti yang diketahui semuanya, kebanyakan cewek berperasaan lebih kuat daripada cowok dan kebanyakan cowok lebih suka bermain akal daripada bermain perasaan! Dengan kata lain: cowok jarang sekali mau menggunakan perasaannya dalam menghadapi sesuatu, dan cewek sering sekali mengalahkan akalnya, demi perasaannya.

Hm, ini sebuah realita, bukan? Jadi, ini bukan sesuatu yang aneh. Normal kok.

Malah, perbedaan kadar seringnya aktifasi -istilah ini sungguh gatal ditangan saya!- penggunaan akal dan perasaan antara cewek dan cowok ini, menjadi hal yang saling melengkapi, saling menyempurnakan. Minimnya penggunaan perasaan cowok, akan diobati dengan perasaan cewek yang memang aktif maksimal. Begitu juga tentang akal. Nah, keadaan yang saling melengkapi ini, adalah rahasia kebahagiaan antara cewek dan cowok!

Jadi, jangan artikan 'kurang akal' disini sebagai 'kebodohan' -ini salah. Karena disana banyak cewek yang kualitas otaknya lebih baik daripada kebanyakan cowok -salah satu saingan berat saya saat sekolah, adalah seorang cewek!

Lagipula, mau tak mau harus diakui, bahwa sepertiga hukum agama kita, ditransmisikan oleh seorang wanita hebat: Sy Aisyah. Bayangkan saja: sepertiga hukum agama kita! Hei, itu bukan sesuatu yang sedikit!

Nah, kalau realita berkata seperti ini, apakah masih ragu dengan kecerdasan cewek? Bahkan adik putri saya lebih dulu hafal Alqur'an daripada saya! Huhuhuhuhu.

Ok, itu tentang istilah 'kurang akal'. Kalau 'kurang agamanya'?

Sahabat, ini juga bukan sebuah olokan, kok. Lagi-lagi, hanya istilah saja, dan perlu penjelasan yang pas. Saya lebih condong memilih arti 'kurang agama' disini dengan 'tak berat tugas agamanya' -seperti perkataan Ulama. Karena memang beban syariat yang diemban kaum hawa, lebih ringan daripada beban kaum adam!

Lihat saja, disana ada kewajiban jihad bagi kaum adam -jika keadaan menuntutnya, lalu kewajiban menafkahi keluarga, kewajiban shalat lima waktu. Dan saat kita memindahkan pandangan pada kaum hawa, tak ada kewajiban jihad bagi mereka, bukan? Mereka pun tak wajib menafkahi keluarga. Juga ketika 'ada kunjungan bulanan', pun tak ada kewajiban shalat bagi mereka.

Nah, sudah bisa memahami 'kurang agamanya', kan?

Lalu dari segi pahala bagaimana? Hohoho, jangan khawatir. Salah seorang Shahabiyyah -shahabat wanita- pernah bertanya pada Rasulullah dengan hal yang sama, dan membandingkannya dengan pahala jihad dari kaum adam dan kewajiban-kewajiban lain bagi mereka yang tak diwajibkan pada kaum hawa. Bagaimana dengan pahala mereka? Jawab Rasulullah, mereka akan mendapat pahala yang sama persis dengan pahala jihad dan lainnya, jika mereka mau membahagiakan dan mentaati suami!

Wah, wah, kawan, jadi istri yang shalihah, ya!

Bahkan dihadits lain, disebutkan bahwa cewek akan diampuni dosanya ketika ia melahirkan anaknya -suatu hal yang tak mungkin terjadi pada cowok. Selain itu, pandangan penuh cinta antara suami istri, pun sumber pahala!

Wah.. Saya ingin istri yang shalihah, amin!

Jelas sekali kan, arti 'kurang agama'? Dan 'kurang agama' bukan berarti 'kurang pahala!'

Berlanjut dari sini, maka semua orang yang belum baligh -cowok ataupun cewek, bisa dikatakan lebih kurang agamanya dari cewek -ya, tak ada beban agama bagi mereka!

Jadi, jangan buruk sangka pada Rasulullah gara-gara hadits tersebut. Rasulullah begitu memuliakan cewek, sampai beliau berkata yang arti bebasnya: Cewek itu saudara kandung cowok. Tak akan memuliakan cewek, kecuali cowok yang mulia, dan tak akan menghina cewek, kecuali cowok kurang ajar!

Buat sahabat-sahabatku yang cowok, sekarang, kamu mau pilih kategori yang mana?

Oh-oh, kalau saya, ingin jadi cowok mulia saja!

###

Terakhir, tentang pertanyaan mengenai hadits Rasulullah yang berkata bahwa mayoritas penduduk neraka adalah cewek.

Widiw, serem.. Semoga kita semua tak masuk neraka, amin.

Lagi-lagi, jangan melihat hadits ini dengan sebelah mata!

Coba sedikit kita bermain akal, simpel saja: seperti yang diketahui, popularitas cewek lebih banyak dari cowok. Ayolah, ini real. Bahkan seingat saya, saya pernah membaca disalah satu koran ibu kota, perbandindan jumlah cewek di Negeri kita daripada cowok, adalah 3:1. Malahan dalam prediksi Rasulullah, kelak diakhir zaman, perbandingan jumlah cewek dan cowok adalah 50:1!

Nah, kalau memang popularitas cewek lebih banyak, maka bukan hal yang aneh, bukan, jika diakhirat nanti cewek tetap lebih banyak? Jika masuk neraka, pula jumlah dan perbandingan tetap akan seperti itu. Logis, bukan? Apakah berarti ini sebuah olokan?

Lagipula, jika kita mau menghitung, realita yang ada, jumlah antara cewek yang berpegang teguh pada agama dan tidak, lebih banyak yang tidak!

Ugh, ini benar-benar suatu realita yang sungguh pahit! Tapi jangan putus asa! Seharusnya, hal ini menjadi pelecut untuk kamu yang menyadari realita ini, agar berusaha selalu berpegang teguh pada agama, plus berusaha merubah realita yang ada! Insya Allah!

Ok, lanjut.

Malah kalau melihat hadits ini, seharusnya cewek malah bangga, loh.

Aneh! Bagaimana bisa?

Seperti yang kamu tahu, sebesar apapun dosa seorang muslim, selama ia tidak menyekutukan Allah, ia tak akan kekal dineraka. Neraka hanya 'putaran pertama' bagi mereka untuk membersihkan dosa, dan setelah dosa mereka bersih, mereka akan abadi dalam surga. Dan begitu juga muslimah!

Jadi, mensinkronkan antara pernyataan beliau 'mayoritas penduduk neraka adalah kaum hawa' dengan 'semua orang Islam pasti masul surga', menghasilkan kesimpulan yang berkata: 'mayoritas penduduk neraka adalah kaum hawa' hanya pada putaran pertama, pada proses pembersihan dosa. Dan pada putaran terakhir, kita mau tak mau akan mengakui, 'mayoritas penduduk surga adalah cewek'!

Ya, mayoritas penduduk surga adalah cewek!

Nah, bangga kan, menjadi mayoritas penduduk surga?

Tapi, tetap dong, kamu harus berdoa agar masuk surga tanpa harus wisata gratis ke neraka dahulu. Hehe. Siapa sih yang mau main-main kesana?

Ya Rabb, jaga iman kami hingga akhir hayat kami, dan masukkan kami ke surga tanpa harus ke neraka! Amin!

###

Yah, catatan Part #2 ini adalah kepanjangan dari Part #1 yang membahas kecantikan wanita. Membicarakan kecantikan mereka, saya mengingt salah satu kalam Sy Aly yang pernan saya hafalkan, "Aqlul mar'ah fijamaaliha, wa jamalurrajul fi aqlih". Prioritas penggunaan pikiran bagi seorang cewek, terletak pada urusan kecantikan wajahnya. Sedangkan ketampanan seorang cowok, terletak pada kualitas akal pikirnya!

Hmmmm. Silahkan ditafsiri, yah :D Yang jelas, kalam ini mengandung anjuran penting bagi cewek dan cowok! Silahkan memecahkan teka-teki! :D

###

Pernah suatu saat saya jatuh cinta pada seorang cewek cantik, agamanya pun cantik. Wajahnya diatas rata-rata pula! Oh-oh, saya begitu bingung dengan perasaan saya!

Hari-hari saya jadi tidak tenang. Saya rasa ini normal, tapi juga saya rasa kebingungan saya sungguh keterlaluan!

Daripada terus-terusan bingung, saya pun mencoba memberanikan diri untuk curhat pada Baba. Tapi, ugh, saya tak bisa mengatakannya dengan jujur! Saya bertanya dengan membuat perumpamaan, "Baba, mmmmm... Kalau semisal ada cowok seneng sama salah satu cewek, itu hukumnya gimana?"

Mengejutkan, Baba langsung menohok dada saya dengan jawaban beliau, "Kalau kamu sekarang sedang jatuh cinta, nggak papa kok, Ahmad. Itu udah waktunya. Cuman awas, jangan sampai melenceng dari rel Islam..."

Aduh-aduh, wajah saya memerah! Aaaaargh, rahasia saya terbongkar oleh Baba!!

(( Makkah, Syaban 19, 1431 H ))
READ MORE - A2DC: Ada Apa Dengan Cewek! [Part #2]
0komentar

A2DC: Ada Apa Dengan Cewek! [Part #1]


Termasuk kategori pertanyaan yang sungguh sulit dijawab, adalah pertanyaan sahabat-sahabat saya -didunia maya atau nyata: bagaimanakah kriteria cewek cantik menurut saya?

Aduh, aduh, sungguh sulit! Saya bingung harus memulainya dari mana!

Memudahkannya, saya mencoba merinci jawaban. Hm, ini pendapat pribadi saya! Coba deh kamu perhatikan.

Jika kita melihat dari sisi kecantikan wajah, ada jawaban yang sering diucap orang: 'Ah, cantik itu relatif!'. Hm, saya setuju sekali dengan jawaban ini! Saya rasa, jawaban ini menuntut semua bani Adam -cowok ataupun cewek agar bersyukur.

Bagaimana bisa?

Ya, jawaban ini, secara tidak langsung mengatakan 'setiap wanita -seperti apapun wajahnya- akan terlihat cantik bagi lelaki yang mencintainya!'. Dengan begitu, setiap cewek akan selalu mensyukuri apa yang ia miliki, karena pasti akan ada yang menyayanginya! Disana, ada ayat yang artinya, "Dan termasuk tanda kekuasaanNya adalah Dia menciptakan bagi kalian pasangan-pasangan, agar kalian merasa tenang pada mereka, dan Dia menciptakan cinta dan kasih sayang diantara kalian." Jadi, buat sahabat-sahabat saya yang cowok, tenang saja. Pasti ada yang mencintai kalian! Begitu pula yang cewek.

Simpel, bukan?

Nah, mensyukuri kecantikan itu sendiri, salah satu caranya adalah dengan menjaga dan merawat kecantikah itu sebaik mungkin; Bagi yang sudah bersuami, silahkan berdandan secantik mungkin, sesering mungkin, untuk membuat suamimu bahagia. Hei, membuat suamimu dengan cara berdandan, pun sebuah sumber pahala! Jangan merusak mood suami, dengan bau pengap. Hehe.

Nah, yang belum menikah, jaga kecantikanmu dengan pagar agama. Salah satunya, dengan berkerudung. Cewek dimata agama kita, adalah sebuah berlian mahal yang harus dilindungi harga dirinya secara maksimal. Tentu berlian akan tak terlihat berharga, bukan, jika ia tak dijaga? Bisa-bisa dicuri!

Mungkin, menjalankan tuntunan agama (baca: berkerudung) adalah suatu hal yang berat bagi sebagian cewek. Hm, setahu saya, setidaknya itu dikarenakan dua hal: satu: karena memang nafsu selalu menuntut untuk melawan agama! Ia selalu ingin merasa bebas tanpa pagar, tanpa aturan. Hm, mungkin hal ini sekilas terlihat menggiurkan. Tapi, coba bayangkan jika semua orang berinteraksi dengan yang lainnya tanpa aturan dan batas. Bukannya kerusakan akan terjadi dimana-mana?

Kedua, karena dalam sebuah hadits Rasulullah berkata yang arti bebasnya, diakhir zaman orang yang berpegang teguh pada agama bagaikan orang memegang batu bara. Maksudnya, tunduk pada aturan agama, adalah sebuah hal yang cukup sulit! Bisa-bisa, kamu terluka karena kemauan kerasmu untuk tunduk pada agama. Luka tersebut, bisa jadi sebuah 'luka maknawi', berupa sakit hati karena olok-olokan, "Ah, dasar cewek kuno! Zaman gene masih pake krudung??!"

Payah.

Tapi, kamu tetap bisa kan, untuk pegang teguh syariat? insyaAllah!

Kalau masalah cadar? Hm, saya jawab sesimpel mungkin -untuk yang ingin tahu lebih jelas, bisa ditanyakan pada ulama didaerahmu. Jawaban saya, bismillah:

Aurat seorang wanita adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan tangan (lebih pasnya: dari batas pergelangan tangan hingga ujung jari). Ini pendapat mayoritas ulama.

Sedangkan cadar, menurut mayoritas ulama, bukanlah suatu hal yang wajib, tapi sebuah kesunnahan yang begitu dianjurkan. Bagi yang ingin bercadar, pahala menunggumu! Bagi yang belum ingin, tak masalah kok. Asal aurat lainnya tertutup rapi. Habis masalah, bukan?

Tapi, salah satu keinginan saya, kelak sang istri saya anjurkan bercadar! Saya seorang cowok tipe pecemburu berat! Cadar akan meminimalkan kecemburuan saya, insyaAllah. Hehe.

Jadi kesimpulannya, masalah berdandan, bagi yang sudah menikah: bahagiakan suamimu! Bagi yang belum menikah: jaga harga dirimu dengan agama! Jadi cewek cantik yang syar'i!

Yapp, itu sebuah arti dari kalimat 'Cantik itu relatif'.

Dari sisi lain, kecantikan menurut saya, adalah untuk mereka yang 'afifah: menjaga harga diri dan berpegang teguh pada agama. Oh, oh, cewek seperti ini menyihir hati saya!

Arti 'menjaga diri' disini, bukan berarti 'memenjarakan cewek didalam rumah'. Sahabat, Islam tak mewajibkan hal ini! Tapi ini hanya tuntutan kondisi yang akhirnya ditindak lanjuti oleh Islam.

Jika memang kondisi cewek yang keluar rumah tersebut aman dari fitnah (ex: godaan cowok iseng), tak ada larangan keluar rumah untuk belajar atau bekerja. Tapi jika kondisi tak memungkinkan, maka menjaga diri didalam rumah, lebih dianjurkan. Kamu tak mau menjadi sebab sekaligus sasaran fitnah, bukan?

Jadi, bagi sahabat-sahabat cewek yang keluar rumah, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan: amannya kondisi dari fitnah, harus dengan izin orang tua, dan tak lebih dari 70km. Jarak ini mewajibkan cewek untuk ditemani mahramnya.

Oiya, tentang bercadar, pun melihat kondisi. Jika tidak aman, lebih baik bercadar. Jika aman, silahkan pilih antara cadar atau tidak.

Simpel sekali, bukan? Inilah sebuah kecantikan cewek dimata saya.

###

Sahabat, disana masih ada dua pertanyaan lain yang sering sekali dilontarkan, bersangkutan dengan cewek. Pertama, tentang hadits Rasulullah, yang arti bebasnya: cewek itu kurang akalnya dan kurang agamanya. Kedua, tentang hadits yang mengatakan bahwa mayoritas penduduk neraka adalah kaum hawa.

Waaah, pertanyaan yang begitu menggetarkan!

Jawabannya? Tunggu aja catatan selanjutnya, yah :D

(( Makkah, Syaban 19, 1431 H ))
READ MORE - A2DC: Ada Apa Dengan Cewek! [Part #1]
0komentar

Optimalkan!


Sebagai manusia normal, mata saya sering 'gimanaaaa gitu' ketika melihat lawan jenis yang -ehm- begitu cantik. Uh, uh, apalagi rapi bersih!

Mata saya serasa tersihir!

Ayolah, biasa saja, hehe. Kamu mungkin terkadang merasa begitu, kan? *suudzan.. Astaghfirullah. :D

Kalaupun iya, tak masalah kok. Itu sebuah naluri.

Tapi, disana ada hal lain, yang bisa membuat kita lebih terkesima, baik dari seorang tampan, cantik, biasa, atau bahkan yang 'dibawah rata-rata'! Yapp, kamu tentu sudah menebak: keindahan sikap.

Ayolah, siapa sih, yang tak suka dengan orang baik? Bahkan ketika orang tersebut berjawah 'tak mengesankan', sikap indahnya akan mendongkrak imagenya, menghapus kesan 'romusa' (roman muka seram)-nya, dan membuat orang lain terpukau!

Itu semua, karena manusia mempunyai dua keindahan: keindahan lahir dan keindahan batin.

[pause]
Sering sekali saya dengar 'inner beauty' sebagai 'istilah bergengsi' untuk keindahan batin. Tapi, saya belum mendengar 'istilah bergengsi' untuk keindahan lahir! Kalau ada yang tahu, tolong beritahu saya! :D
[play]

Tentu saja, kedua jenis keindahan yang ada pada pribadi kita masing-masing, bisa kita optimalkan semaksimal mungkin -itu pun terserah keinginan masing-masing, tak ada paksaan. Sebagai contoh, wajah semisal, keindahan lahir ini bisa kita 'tune-up' menggunakan pembersih wajah, atau buat cewek, menggunakan make-up.

Atau baju, silahkan pilih, ingin yang bersih atau yang kotor? Yang rapi, atau yang kumal? Yang warnanya matching, atau norak? Terserah deh.

Begitu juga keindahan batin: ingin jujur atau bohong? Jadi seorang pengecut, pemberani, atau gegabah? Ingin menjadi pribadi yang suka memaaf, atau menyimpan dendam? Monggo dipilih!

Kedua macam keindahan ini, telah disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu hadits beliau yang artinya, "Sesungguhnya Allah tak melihat pada tampak luar kalian, tapi pada isi hati kalian." atau dengan arti bebasnya: Yang dinilai oleh Allah dari manusia, bukan keindahan lahirnya, tapi keindahan batin!

Dari hadits ini, muncul satu kesimpulan: sebagai seorang muslim, tentu sudah jelas kan, keindahan mana yang seharusnya menjadi prioritas?

Tapi, hei, hei... jangan salah faham dulu.. Bukan berarti dengan pertanyaan tersebut, saya merekomendasikan pada sahabat-sahabat saya untuk 'tak acuh' pada keindahan lahir, demi mengoptimalkan keindahan batin!

Justru yang seharusnya seorang muslim lakukan, adalah mengoptimalkan keindahan batinya, tanpa lupa untuk memperhatikan keindahan lahir! Ya, karena seorang muslim, dituntut untuk menjadi baik dari sisi keindahan batin, dan rapi dari sisi keindahan lahir, semampu kita mengoptimalkannya.

Coba deh bayangkan, bagaimana jika dua macam keindahan ini terdapat pada satu pribadi..

Oh, oh, sungguh elok!

Tentu saja, hal ini telah dicontohkan langsung -sekaligus sebagai pelajaran bagi kita- oleh Rasulullah sendiri dalam keseharian beliau. Ya, karena beliau adalah panutan kita, kaum muslimin.

Tentang keindahan batin beliau, ini suatu hal yang tak perlu diragukan lagi. Sebagai uswah hasanah -panutan terbaik- bagi kita, beliau benar-benar memiliki kepribadian yang begitu memukau. Hingga keindahan batin beliau pun terekam abadi al Quran, "Wainnaka la'ala khuluqin 'adzim.." "Dan sungguh engkau benar-benar berada pada akhlak yang agung." 

Sahabat, sebagai tambahan wawasan, tahu tidak, ayat ini dianggap sebagai ayat pujian bagi Rasulullah, yang tak ada pujian lain dapat melebihinya! Kenapa? Karena beberapa hal:
* Penggunaan kata 'inna' (sesungguhnya) yang berfungsi sebagai penegasan dan pengkuat makna.
* Huruf lam (yang berarti benar-benar) pada kata 'la'ala' yang berfungsi sebagai penegas juga.
* Kata 'ala' (berada pada) yang berfungsi sebagai penegas pula!
* Khuluq (akhlak-akhlak) kalimat bahasa Arab yang berbentuk jamak, yang berarti banyak akhlak
* Adzim (agung) yang berposisi sebagai penegasan arti kalimat khuluq.
Ya, untuk menetapkan bahwa beliau benar-benar mempunyai keindahan batin terbaik, Alquran menyebutkan kalimat akhlak dengan kalimat berbentuk jamak, dengan empat kali kata penegas!

Wah, benar-benar pengakuan langsung dari Allah untuk Sang Kinasih, shallallah alaih wasallam.

Hm, itu keindahanan batin beliau. Sedangkan keindahan lahir beliau, juga sebenarnya sebuah hal yang tak perlu diragukan juga. Agar keindahan lahir beliau lebih jelas, perhatikan saja gambaran keindahan tersebut, berikut...

* Menurut Sy Anas, Rasulullah mempunyai minyak wangi campuran yang selalu beliau kenakan [HR. Abu Dawud dan Atturmudzi].
Berarti, Rasulullah pun memakai wewangian, mengoptimalkan keindahan lahir beliau. Tentu saja, pribadi beliau yang memang menarik, akan semakin mengesankan dan memukau lagi dengan parfum yang beliau kenakan.

* Menurut Sy Bara', Rasulullah berpostur ideal -tak terlalu tinggi, juga tak terlalu pendek. Suatu hari, beliau memakai baju berwarna merah. Sy Bara' pun berkomentar, "Aku tak pernah melihat sesuatu yang lebih indah daripada Rasulullah!" [HR. Albukhari dan Muslim]
Ya, beliau pun memperhatikan cara beliau berpakaian. Tentu saja, pada kejadian yang dikisahkan oleh Sy Bara' ini, saat Sang Kinasih mengenakan baju merah, beliau pasti begitu mempesona: orang sebersih, seputih Rasulullah, setampan beliau, kulit beliau yang bercahaya, memakai pakaian merah. Oh, oh, sungguh serasi! Bahkan mawar pun akan layu tersaingi!

Tapi yang harus diperhatikan, Rasulullah tak mengajarkan kita memakai pakaian yang 'wah'. Dalam biografi kehidupan beliau, beliau selalu memakai pakaian yang sederhana. Begitu pula ajaran beliau pada para shahabat!

* Suatu hari, beliau melihat salah seorang sahabat berpakaian kotor! Beliau pun berkata, "Apakah orang ini tak menemukan sesuatu untuk membersihkan bajunya?!" [HR Abu Nuaim dari Sy Jabir]
Ya, kebersihan pun sangat beliau perhatikan. Siapa sih yang merasa senang dengan pakaian kotor?

Nah, hal ini menjadi bukti perkataan orang-orang, bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Oiya, sekedar info, kalimat ini bukanlah sebuah hadits!

* Rasulullah pun pernah berkata yang artinya, "Termasuk kemuliaan seorang mukmin disisi Allah, adalah bersihnya pakaian (yang ia kenakan), dan kerelaannya atas kesederhanaan." [HR Abu Nuaim dari Sy Ibn Umar]
Maksudnya, keadaan yang membuat seorang mukmin mendapat pahala, adalah jika pakaiannya bersih dan jika ia rela dengan kesederhanaan -tidak tamak.

Ya, kalau kamu ingin mendapat pahala, kenakan pakaian yang bersih, agar kamu dapat melukis senyum dan perasaan senang dihati temanmu, lantas ia pun menirumu. Juga membuktikan bahwa Islam mencintai kebersihan!

Semua keindahan lahir bisa kamu optimalkan, dengan satu syarat: tidak untuk bersombong! Karena maksud untuk bersombong, bisa membalik pahalamu menjadi kegelapan dosa!

###

Yapp.. Panjang lebar pembahasan kita tentang keindahan lahir batin! Tugas kita selanjutnya, adalah berusaha mengoptimalkan keduanya, untuk meniru dan mengikuti ajaran Rasulullah!

Nah, pahala lagi, kan? Selain itu, kamu pun semakin disukai teman-temanmu, semakin cakep pula :D

###

"Baba," kata saya pada sang ayah, beberapa hari sebelum berangkat ke Makkah.

"Beliin baju dong, saya ngga punya baju. Masak sowan ke guru2 kok saya pake baju pinjem temen-temen thullab (santri).." ujar saya.

Huhuhu, sebelumnya, saya dimarahi oleh Ummi saya, "Kamu kok bisa loh, baju habis, nggak punya baju sama sekali, nggak ngomong Baba nggak ngomong Ummi! Baju udah usang semua, nggak cukup kamu pake, mau sobek, kok masih disimpan aja! Sana ngomong Baba, gih! Masak sowan pamitan ke guru-guru, bajunya baju minjem!" Ummi benar-benar sewot mengetahui keadaan saya. Huhuhu, saya sendiri tak sadar kalau ternyata baju saya sudah habis.

Saya pun bergegas ke Baba, atas perintah Ummi, melaporkan kefakiran saya.

"Udah pergi sana nggak usah mikir baju! Sowan tu diurusi dulu!!" jawab Baba, tegas.

Waduh, kalau sudah begini, saya sama sekali tak punya nyali untuk mengajukan interupsi. Dan akhirnya, saya harus pergi dengan tangan kosong, huhuhuhu. Saya harus pamit ke guru-guru, dengan baju pinjaman...

Tapi bajunya lumayan bagus sih, hehehehehe :D

Keesokan harinya, Baba memanggil saya, "Ahmad, ta'al, sini!"
"Ada apa, Baba?"
"Nih Baba punya baju bagus-bagus diberi teman-teman Baba..." kata Baba sambil menyodorkan beberap baju takwa putih. "Kamu pilih yang kamu suka.."

Ah, ah! Baba memang selalu seperti ini! Setiap saya meminta barang selain buku dan bacaan, saya pasti dibentak dahulu, lantas disuruh pergi dengan tangan kosong! Lantas beberapa waktu setelahnya -atau bahkan beberapa bulan setelahnya, permintaan saya yang kemarin ditolak, tiba-tiba dikabulkan tanpa permintaan kedua dari saya!

Saya mengerti, Baba sedang membentuk keindahan batin saya, agar tak tergantung dengan dunia!

Kecuali jika saya meminta buku dan bacaan, tanpa pikir panjang, beliau pasti akan segera memberi.

"Wah.. Baba saja yang milihin... Mosok saya udah minta, milih sendiri lagi.. Kan serakah.." ujar saya tak mau memilih. Malu, lah, sama Baba! "Saya nerima yang dipilihkan Baba kok. Nggak diberi juga nggak papa.."

Wah, tak disangka tak dinyana, Baba memberi saya baju takwa putih yang bagus! Seraya berkata, "Ini cocok sama kamu.. Kamu pakai, jadi orang yang rapi, ojo morot modol (jw, jangan awut-awutan)."

Oh, Baba saya sedang mengajari saya keindahan lahir!

Hm, pesan Baba selalu indah untukku. Saya rindu Baba saya.

(( Makkah, Sya'ban 18, 1431 H ))
READ MORE - Optimalkan!
0komentar

Jalan-jalan Bareng Andrea Hirata!


[ ADA ]
Tahukah dirimu, kawan?
Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda
Tersimpan rahasia
Mengapa kita ini ada

--Andrea Hirata, dalam bukunya, Maryamah Karpov

###
O, oh, saya takjub dengan puisi Andrea Hirata ini!

Kenapa?

Hmmm, 'jalan-jalan' bareng yuk!

###

Pohon mangga. Perhatikan, pohon sebesar itu, membutuhkan air, tanah subur, sinar matahari, juga banyak hal lain yang ia butuhkan. Semua itu berjalan dan berproses, untuk membuahkan mangga dengan kualitas terbaik.

Dari 'frame' kecil ini, coba kita fahami kerangka yang lebih besar: alam! Alam sebesar ini, dari zat yang paling kecil, hingga pusaran galaksi, juga kumpulan galaksi-galaksi yang ada dijagat raya, semuanya tercipta untuk kebaikan satu 'buah alam': manusia!

Hei, maksudnya bagaimana?

Mmm, coba ikuti penjelasan berikut.

Alam, dengan segala macam apa yang ada didalamnya, tercipta untuk memberi pelajaran pada kita -bangsa manusia. Untuk memberi tahu kita, bahwa Allah, Sang Pencipta, adalah Mahakuasa. Dari titik ini, kita akan merasa lemah dan sungguh butuh atas RahmatNya.

Coba saja kamu lihat ayat-ayat Alquran yang membicarakan tentang penciptaan. Salah satunya, surat Ali Imran 190-191 yang artinya, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit-langit, bumi dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi mereka yang berfikir. Yaitu mereka yang menyebut nama Allah (berdzikir) dengan berdiri, duduk dan berbaring, dan memikirkan penciptaan langit-langit dan bumi, (lantas berkata), [Rabbana, maa khalatqa hadza bathila.. Subhanaka.. Faqinaa adzabannar..] Rabbana! Engkau tak menciptakan semua ini sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungi kami dari api neraka!"

Membaca ayat ini, sebenarnya kita diajak berpikir sekaligus takjub akan kekuasaan Allah, yang menciptakan alam semesta sebesar ini. Hm, ambil saja sebagian contoh dan pelajaran, bagaimana matahari tercipta, untuk memberi kita kesempatan beraktifitas hidup.
Juga mencipta malam, untuk kita mempersiapkan esok hari.
Pula menciptakan oksigen, agar jantung kita sanggup berdetak!
Menciptakan kucing, agar mulut kita mengucap, 'Subhanallah!'
Menciptakan pohon, juga agar kita menerima manfaatnya.
Mencipta bulan, agar kita mengerti waktu
Mencipta air,
Mencipta bintang,
[... Dalam serpih-serpih cahaya
Dan gerak-gerik halus benda-benda...]
Mencipta alam semesta,
Mencipta semua, agar kita mau berpikir, merenungkan, lantas menyadari, bahwa Allah dengan segala kekuasaanNya, yang sanggup mencipta alam semesta yang sehebat ini, benar-benar berkuasa atas segala sesuatu, juga atas diri kita!

Jika memang kita sanggup mencapai hasil tafakkur seperti tulisan diatas, juga memantapkan keyakinan itu dalam hati, tak aneh jika kita akan berucap,

[Rabbana! Mahasuci Engkau!] Dengan menyadari kekuasaanNya, meyakini KebesaranNya, merasa kecil akan KeagunganNya, mengerti akan KeesaanNya,

[Tak Kau ciptakan semua ini dengan sia-sia!] Mengakui bahwa segala sesuatu yang Ia ciptakan pasti mempunyai manfaat, yang akhirnya juga akan kembali pada diri kita. Apapun manfaat tersebut!

[Lindungilah kami dari api neraka!] Karena kita telah sadar, bahwa Ia benar-benar berkuasa secara mutlak, berkuasa pula apakah Dia akan menyiksa kita dineraka, atau memasukkan kita kedalam rahmatNya, kedalam surgaNya -Hei, dititik ini, kita tengah benar-benar sadar dan mengikrarkan tentang kelemahan diri kita!

Nah, jika kita berhasil membaca alam dengan mensinkronkannya pada Kekuasaan Allah juga pada kelemahan diri kita, lalu tafakkur ini berhasil membuat sadar bahwa kita hanyalah seorang hamba sahaya; muncullah 'spektrum cahaya' makna ayat yang artinya, "Aku tak menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk menyembahKu (1)." (Addzariyat 56)

Ya, dengan menyadari semua yang kita lihat, bahwa Dia Mahakuasa dan kita hanyalah makhluk lemah, akan memunculkan perasaan takut sekaligus pasrah pada Allah, lantas mengakui bahwa kita ini hanyalah hambaNya, dan -seperti yang diketahui- seorang hamba akan selalu tunduk pada tuannya. Dengan begitu, kita akan merasa mudah untuk mengikuti perintah dan petunjukNya yang ia sampaikan melalui Rasulullah. Disinilah ibadah!

Ya, [... Tersimpan rahasia...]
Dia menciptakan alam semesta, dengan satu tujuan: agar kita mengetahui dan menyadari KekuasaanNya, lalu mentaatiNya.

Ya, alam semesta dengan segala apa yang ada didalamnya, adalah 'sebuah kitab' untuk kita baca, sebagai realisasi akan firmanNya, "Iqra'!" "Bacalah! Atas Nama Tuhanmu Yang menciptakan". (Al Alaq 1). Kawan, ehm, ini sebuah info: mengartikan 'Bacalah!' disini, bukanlah hanya 'membaca tulisan', tapi juga 'membaca alam' dan bertafakkur tentang kebesaran dan keindahan alam ini -ya, membaca bukan hanya 'lewat dan lupakan', tapi 'lewat lalu pikirkan'.

Ya, alam adalah sebuah kitab referensi yang segala apa yang didalamnya, tercipta untuk mengantarkan kita memahami Keagungan dan KeesaanNya. Iqra'!

Fase selanjutnya, jika kita telah mewujudkan arti "Iqra!" untuk membaca alam dikeseharian kita, lantas menyadari KebesaranNya, kita -insyaAllah- akan segera tergabung dalam kategori "Inna akramakum 'indallah atqakum" 'Yang termulia diantara kalian, adalah yang paling bertaqwa.'

Hei, bukankah arti taqwa adalah perasaan takut kita, ketundukan kita dan kepasrahan kita kepadaNya?! Lagi pula disana, terdapat ayat, "Innama yakhsyallaha min ibadihi-l-ulamaa'", (Fathir 28) 'Sesungguhnya (golongan) yang takut kepada Allah, adalah ulama'', ulama disini adalah mereka yang mengerti dan menyadari akan KeesaanNya! Kita ingin kan, masuk dalam kategori 'ulama' disini?

Nah, sekarang bisa mengerti kan, bahwa alam semesta tercipta untuk kebaikan kita: untuk mengenalkan kita kepada Keagungan Allah!

Rrrr.... Oh, oh, "jalan-jalan" kali ini, kita sungguh serius!

###

Ya, puisi berjudl "Ada" karya Andrea Hirata, si penyihir kata-kata, menyadarkan saya bahwa ibadah saya berupa tafakkur, masih sangat sedikit!

Ah, ah, saya merasa begitu berdosa.

###

Yapp, selanjutnya, siapkan dirimu untuk 'membaca' kitab bernama 'alam semesta', dan kamu akan menemukan ribuan, bahkan jutaan keajaiban yang membuat matamu terkesima, membuat dirimu tertegun, dan membuat bibirmu bergetar seraya mengucap dari dasar hatimu, "Subhanallah!"

(( Makkah, Sya'ban 15, 1431 H ))
Huhuhu, saya sedang rindu dengan acara tv tentang flora dan fauna! :'(

----------------

(1) Ibnu Abbas mengartikan [liya'budun] menyembahKu dengan arti [liya'rifunani] mengetahuiKu.
READ MORE - Jalan-jalan Bareng Andrea Hirata!